"Aku nggak lulus..." begitulah kata salah satu adik kelasku yang mengikuti SNMPTN, setelah melihat hasilnya di internet.
Aku cuma bisa bilang, "Semangat...! Allah punya rencana lain buatmu."
Yah, mungkin saja kata-kataku itu hanya sekedar kalimat pengingat yang sebenarnya, munafik. Karena belum tentu juga aku bisa bersabar kalau aku ada di posisi mereka. Tapi, aku sendiri percaya kalau Allah SWT memang mempunyai skenario yang berbeda-beda untuk tiap hamba-Nya. Dari kejadian ketidaklulusan SNMPTN ini (?) saja, sebenarnya banyak hikmah yang bisa diambil. Mungkin saja kurang belajar, target terlalu tinggi, tidak pernah berdoa untuk kelancaran belajar dan tesnya, dan lain-lain.
Seperti yang kubilang tadi, skenario untuk manusia pasti berbeda-beda. Mungkin bangku kuliah tidak didapat dari SNMPTN yang notabene lulusannya ke universitas negeri, mungkin saja di universitas swasta, atau sekolah tinggi milik negara. Atau mungkin menunggu SNMPTN tahun depan.
"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar." (Al-Baqarah: 153)
Dari ayat ini, sudah jelas kalau Allah SWT selalu bersama orang-orang sabar. Jadi, nggak salah dong jargon 'kalau sabar, disayang tuhan' hehehehe...
'Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat' itu berarti, sabar adalah salah satu bentuk permohonan kepada Allah. Jadi, jika kita menerima sesuatu yang nggak diinginkan seperti gagal SNMPTN ini, kita harus bisa bersabar. Sabar dan salat juga cukup...? Eiiittsss....jangan lupa usahanya, belajar yang bener buat SNMPTN taun depan. Kalau segitunya pengen kuliah, cari alternatif lain. Ikutan tes di sekolah tinggi, universitas swasta, atau mungkin beasiswa. SNMPTN bukan satu-satunya jalan buat kuliah kok.
Manusia itu (termasuk saya, saya juga manusia, loh!) memang selalu saja mengeluh akan ujian-ujian kecil dari Allah SWT. Padahal, Allah sudah menyatakan kalau Dia tidak akan menguji hamba-Nya melebihi batas kemampuan hamba-Nya. Berarti, ujian-ujian yang diberikan Allah itu sebenarnya cetek, lho. Tapi, ya tadi, manusia terkadang hilang kesabarannya lalu mengeluh-ngeluh tentang keadaan dirinya dan yang parah, menyalahkan Allah atas nasibnya.
Kata terakhir, (kalimat, neng) tulisan ini sebenarnya ditulis untuk teman-teman yang gagal SNMPTN, dan untuk saya juga, walaupun kasusnya bukan SNMPTN. Dan, (lagi? katanya terakhir?) marilah kita sama-sama mendekatkan diri pada Allah SWT, agar kita selalu senantiasa berada dalam lindungan-Nya dan terhindar dari pikiran-pikiran negatif.
Akhir kata, (lagi??) wassalam, GANBARE!! ^^
No comments:
Post a Comment